BIOGRAFI THE TIELMAN BROTHER

THE TIMOR RHYTM BROTHERS (Indonesia 1945-1957)

Anggota Keluarga:

(Ayah) Herman Tielman.

(Ibu) Flora Lorine Hess.

Reggy – lahir 20 Mei 1933 di Surabaya, Indonesia.

Ponthon – lahir 4 Agustus 1934, meninggal di 29 April 2000 di Jember, Indonesia.

Andy – lahir 30 Mei 1936 di Makassar, Sulawesi Makassar, Indonesia.

Loulou (Herman Lawrence) – lahir tanggal 30 Oktober 1938 di Surabaya, Indonesia, meninggal pada 4 Agustus 1994 di Cairus, Australia.

Jane (Janette Loraine) – lahir 17 Agustus 1940, meninggal pada 25 Juni 1993.

Kisah Tielman Brothers Band dimulai di Surabaya, dimana 4 bersaudara Tielman kecil serta Jane sang adik mulai tampil bersama pada tahun 1945 membawakan lagu-lagu rakyat yang diiringi gerak dan tarian tradisional.

Sang ayah bernama Herman Tielman adalah seorang kapten yang bekerja di KNIL (Tentara Kerajaan Belanda unutk Indonesia), merupakan musisi sejati yang berbakat, dan sudah lama sering bermain musik dengan para sahabatnya. Ia persiapkan anak-anaknya, yaitu: Reggy, Ponthon, Andy, Loulou dan Jane, untuk total terjun ke dunia musik.

Dari mulai Ponthon yang ingin memainkan double bass betot, lalu Reggy ingin bermain banjo, kemudian Loulou kecil suka drum, dan Andy belajar bermain gitar. Pada penampilan pertama mereka dalam pesta keluarga disebuah rumah, mereka membuat terkejut para sahabat ayah mereka, dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag.

Aktivitas bermusik Tielman bersaudara ini terus berlanjut hingga mendapat sponsor dari beberapa pihak swasta di Surabaya. Dan hanya dalam waktu setengah tahun mereka sudah melakukan tur untuk grup mereka yang diberi nama THE TIMOR RHYTHM BROTHERS.

Timor adalah pulau dimana keluarga Tielman berasal. Setelah itu mereka kemudian menerima tawaran dari salah satu asosiasi kesejahteraan di Indonesia saat itu yang bernama NIWIM (Usaha Nasional Kesejahteraan Indonesia) dan bersama-sama dengan para musisi Belanda terkenal seperti De Wama’sThe Ramblers, danThe Skymasters, mereka tur di sepanjang kota-kota besar di Indonesia. Pertunjukan mereka terdiri dari musik dan tarian yang berasal dari seluruh kepulauan Indonesia, termasuk kostum dan atribut ritual seperti tombak, parang dan pedang.

Selama pertunjukan, sang ayah (Herman Tielman) ikut bergabung pada gitar, sementara sang ibu (Flora) menjadi menejer mereka. Mereka juga pernah tampil di Istana Presiden Soekarno di Jakarta. Ketika tumbuh dewasa, mereka mulai menciptakan album top hits dalam harmoni yang sempurna.

Pada tahun 1951 Tielman bersaudara mulai belajar mendengarkan lagu-lagu milik Arthur Smith antara lainGuitar Boogie. Andy kemudian mengatakan dalam sebuah wawancara: “ini adalah yang pertama kali saya bersama saudara-saudara saya, mengubah lagu-lagu yang selama ini kami bawakan dengan menjadikannyamusik rock ‘n roll, dengan menambahkan alat musik drum ke dalamnya”. Kemudian mereka mulai memainkan sejumlah lagu milik Les PaulElvis PresleyLittle RichardBill HaleyFats DominoChuck Berry dan Gene Vincent. Andy juga pernah bermain bersama Dolf de Vries dalam sebuah band yang bernama THE STARLIGHTS di Jakarta. Kemudian di Sumatera ia bermain tanpa saudara-saudaranya dalam band Hawaiian milik Freddy Wehner.

THE TIMOR RHYTHM BROTHERS –THE FOUR TIELMAN BROTHER-THE 4 T’s (Breda 1957-1959)

Formasi:

Andy Tielman(lead guitar, vocals). Reggy Tielman(2nd lead guitar, vocals). Ponthon Tielman(double bass, vocals). Loulou Tielman(drum, vocals).

Tielman bersaudara kadang ditawarkan tur ke seluruh Indonesia dengan syarat bahwa mereka harus mengubah kewarganegaraan Belanda mereka menjadi WNI. Namun Herman Tielman berpendapat bahwa, anak-anaknya akan memiliki masa depan yang lebih baik jika bermain musik di Belanda. Dan pada tahun 1957 akhirnya mereka sekeluarga pulang ke Belanda. Ponthon sudah dipulangkan satu tahun sebelumnya dan tinggal bersama istrinya di Bussum. Edu Schalk yang merupakan seorang penyanyi dalam sebuah grup milik Poetiray Brothers dari suatu wilaya yang bernama Oosterhout di Netherlands, adalah teman Indonesia pertama mereka di Breda.

Suatu hari Tielman bersaudara pergi ke toko musik Spronk di Breda untuk membeli sebuah gitar yang termahal di toko tersebut, namun syaratnya mereka harus bisa meyakinkan pemilik toko itu atas bakat besar mereka. Kemudian mereka pun melantunkan lagu Bye Bye Love milik The Everly Brothers dalam versi mereka, hingga akhirnya sang pemilik toko menjadi kagum dan memperbolehkan mereka untuk membeli gitar tersebut dengan cara kredit/mengangsurnya. Belakangan gitar putih merek Miller dan gitar Sunburst Wilson yang sering mereka pakai di band, akhirnya menjadi legenda besar hingga kini. Ini adalah produk dari perusahaan Egmond dari Eindhoven (type ES 57).

Kemudian mereka juga membeli combo amplifier merek Egmond untuk menggantikan radio tua yang mereka gunakan selama ini. Penampilan pertama mereka berlangsung di Hotel De Schuur di Catharinalaan di Breda.

Pada awalnya mereka masih menggunakan nama TIMOR RHYTM BROTHERS, kemudian segera mereka merubah nama tersebut menjadi FOUR TIELMAN BROTHERS atau THE 4 T’s. Mereka semakin terkenal diBreda dan mulai show di tempat-tempat lain di propinsi Brabant seperti Kamp Lunetten di Vught dan pub dansa De Cosmopoliet di ‘s Hertogenbosch.

Pada saat pergelaran Expo di Brussels – Belgia, yang diselenggarakan mulai tanggal 17 April hingga 19 Oktober tahun 1958, dimana pada masa itu musik berirama Hawaiian sungguh sangat populer di Eropa, sampai-sampai dibangun sebuah pemukiman khusus untuk musisi Hawaiian di suatu lokasi yang bernama Attraction Park selama berlangsungnya Expo tersebut. Dengan hiasan pohon kelapa sawit, langit biru, tanaman eksotis serta bunga-bunga, musisi hawaiian seperti Rudi Wairata (stell guitarist) dan Mike Anoi alias Guus ‘Broer’ Arends, mereka tampil bermain sebagai bintang utama. Beberapa grup band dari Belanda muncul juga di Expo tersebut, termasuk FOUR TIELMAN BROTHERS yang diundang oleh Mr. Morisson dari perkumpulan pemukiman Hawaiian.

Pada event tersebut Andy Tielman dan saudara-saudaranya hanya diperbolehkan untuk tampil sekali saja dipanggung, untuk mengisi jam istirahat selama 20 menit. Mereka lalu membawakan sebuah suguhan irama rock ‘n’ roll yang luar biasa yang belum pernah ada di Eropa sebelumnya. Andy bermain gitar dengan cara posisi neck gitar diarahkan ke lantai, kemudian salah satu tangannya memetik gitar, sementara salah satu kakinya juga bermain diatas fret gitar, atau gitarnya dimainkan dengan menggunakan stik drumnya Loulou. Ponthon juga tak mau ketinggalan untuk memainkan bass-nya dengan cara akrobatik. Ataukah sambil memainkan sebuah lagu, mereka pun saling tukaran gitar dengan cara melemparkannya satu dengan yang lainnya diantara mereka bersaudara.

Akhirnya waktu yang hanya diberikan untuk mereka bermain yang cukup sekali manggung saja dengan durasi hanya 20 menit, kemudian ditawarkan oleh pihak penyelenggara Expo menjadi hampir 6 bulan.

Di Expo tersebut mereka berkenalan dengan seorang warga negara Belgia yang bernama René ‘Nappie’ Vlasselaar serta saudaranya yang bernama Ferry, yang memiliki perusahaan juke box yaitu Fernap (Ferry dan Nappy), kemudian menjadi manajer grup band ini, lalu mengatur sesi rekaman dibawah naungan labelnya yang bernama Fernap.

Dalam rekaman tersebut lagu yang menjadi hits mereka antara lain: Rock Little Baby Of Mine adalah lagu berirama rock ditulis oleh Andy Tielman, serta lagu balada pada side lain yaitu You’re Still The One. Inspirasi untuk kedua lagu berasal dari sang idola Elvis Presley, tapi gaya khas Four Tielman Brothers tetap ada meskipun teknik rekaman masih primitif alias jadul.

Andy Tielman kemudian menikah di Brussels bersama kekasihnya yang bernama Jeanine M. Ketika suatu malam terjadi musibah kebakaran di lokasi Expo, semua gitar dan amplifier habis dilalap api. Untuk membeli peralatan dan perlengkapan musik tersebut sangatlah mahal, sebab gitar Gibson dan amplifier yang ikut terbakar merupakan pesanan langsung dari USA.

Kemudian pembawa acara televisi terkenal di Jerman yaitu Hans Joachim Kulenkamp dan Peter Frankenfeld bertemu Four Tielman Brothers pada Expo itu, lalu mengundang grup band ini datang ke Jerman di akhir tahun 1958, untuk tampil sebagai bintang tamu dalam acara mereka di televisi, dan melakukan pertunjukan musik dalam pembuatan film Paprika.

Penampilan pertama Four Tielman Brothers di Jerman berlangsung di “Plankenkaffee Kosschenhaschen” di Mannheim dari tanggal 3 hingga 16 Januari 1959. Four Tielman Brothers juga diundang pada tanggal 29 Januari 1959 di Hotel Deutsches Theater di München di acara pemutaran perdana film Paprika. Di sana mereka bertemu aktris Romy Schneider dan mendapatkan penghargaan medali film.

Pada tahun tersebut Four Tielman Brothers  tampil sebagai salah satu bintang utama untuk meramaikan pergelaran sirkus dan pameran tahunan. Manejer mereka yang berasal dari Belgia itulah yang telah membawa mereka ikut hadir dalam pergelaran tersebut. Bersama kelompok Circus ‘Fisher’ mereka melakukan perjalanan ke seluruh Jerman dan Four Tielman Brothers juga tampil sebagai tamu terkenal dalam event ‘Oktoberfest’ di Muenchen.

Kor Aaftink yang pada waktu itu sebagai manajer label Imperial dari perusahaan rekaman Bovema mencoba menawarkan kontrak rekaman untuk group rock ‘n’ roll liar asal Belanda ini. Single perdana mereka menjadi salah satu yang menarik dalam sejarah pop Belanda. Irama yang mudah diingat dalam rekaman Hop and Swing tersebut, serta ciri khas vokal yang unik dari Andy Tielman dan dukungan instrument oleh Ponthon Tielman masih pada sound double bass yang sangat mendunia.

TIELMAN BROTHERS (1960-1963) IMPERIAL RECORDING (3 SINGLE) + ARIOLA (1 EP) 

Formasi:

Andy Tielman (lead guitar, vocals) Reggy Tielman (2nd lead guitar, vocals) Franky Luyten (rhythm guitar, vocals) Ponthon Tielman (bass guitar, 6 string bass, vocals) Loulou Tielman (drum, vocals)

Pada bulan Januari 1960 di Belanda terutama Den Haag untuk pertama kali mereka terkenal dengan nama The Tielman Brothers. Pada 3 Januari 1960 mereka bermain di Koepelzaal – Dierentuin Haagse (The Hague Zoo).

Pada tanggal 23 Januari 1960 The Tielman Brothers muncul di siaran televisi AVRO (sebuah stasiun siaran televisi Belanda) untuk mempublikasikan nama baru grup band mereka yang diberi nama The Tielman Brothers. Pada kesempatan itu mereka tampil luar biasa dengan membawakan lagu Black Eyes dan dilanjutkan dengan Rollin’Rock. Pertunjukan The Tielman Brothers sangat memukau penonton dan pemirsa televisi, karena atraksi bermusik yang mereka lakukan, seperti solo drum oleh Loulou Tielman di mana ia berjalan-jalan memutar mengelilingi drum sambil menabuh drum kit, lalu Ponthon Tielman merangkak di lantai dan meliuk-liuk menggunakan punggungnya sambil memainkan double bass-nya yang berwarna putih, kemudian Andy Tielman bermain gitar dengan giginya serta menggunakan kakinya pada fret gitar atau memainkan gitar sambil memanggul gitar tersebut pada lehernya dan berdiri di atas ganda bass, setelah ituLoulou Tielman memukul-mukul stick-nya pada string gitar Andy Tielman. Tentu saja ada beberapa ciri khas yang mereka ambil dari gaya Spike Jones dan Bill Haley.

Konon menurut rumor dikatakan bahwa atraksi bermain gitar dengan menggunakan gigi yang dilakukan Andy Tielman, kemudian menginspirasi Jimi Hendrix untuk aksi panggungnya.

Bagaikan sebuah sensasi dan gaya rock ‘n’ roll yang liar yang belum pernah terjadi di televisi Belanda. Rock ‘n’ roll dari orang Indonesia tersebut begitu menjadi idola di negeri Belanda yang dingin dan ortodoks, namun justru menuai kritikan negatif dari pengamat siaran televisi dan pakar musik di negeri kincir angin tersebut. Penampilan mereka di televisi saat itu, menjadi sejarah yang sempat diliput selama 45 detik oleh Hans Heynen dalam film dokumenternya yang berjudul Rockin’ Ramona.

Tampak dalam film ini bagaimana lentik jari-jari panjang Andy Tielman yang berlari sepanjang gitar Gibson Les Paulnya dalam lagu Black Eyes.

Pernah di tahun 1991, Rarity Records merilis secara utuh film tersebut untuk sebuah acara televisi yang bekerjasama dengan Tojo Records. Di bulan Januari 1960 The Tielman Brothers merekam 4 lagu di Bovema Studio Heemstede, diantaranya My Maria(lagu yang paling banyak diminta sepanjang tahun),You’re Still The One (kembali dirilis dari rekaman pertama mereka pada tahun 1958 yang sekarang terdengar sempurna), Black Eyes (instrumental pertama mereka yang akan menjadi salah satu highlight dalam sejarah yang disebut Indo Rock), dan Rock Little Baby (juga kembali dirilis dari album pertama mereka tahun 1958, yang sekarang terdengar jauh lebih sempurna).

Setelah itu The Tielman Brothers berangkat ke Jerman. Mereka mulai dibayar dengan kontrak bulanan di sebuah night klub Ringstuben di Mannheim. Keluarga Fluhrman sang pemiliki klub dansa Ringstuben selalu menyebut Sputnik untuk grup band ini dan penontonnya, karena dekorasi panggung mereka terdapat roket dan pesawat luar angkasa. The Tielman Brothers kemudian sering kembali manggung ke tempat tersebut.

Mereka kembali ke Bovema melakukan beberapa rekaman pertama mereka. Adapun Franky Luyten masuk bergabung bersama grup ini dan ikut ke Jerman hingga pertengahan tahun 1964.

Pada musim semi tahun 1961 Andy Tielman membeli sebuah gitar pertamanya untuk merekJazzmaster Fender (putih). Awalnya Andy Tielman mengetahui gitar ini dari album milik The Ventures. Gitar ini tampaknya sangat cocok untuk aksi panggungnya yang sangat liar karena jauh lebih ringan dibandingGibson Les Paul, dan pada akhirnya band mereka sepakat membeli peralatan Fender yang lengkap dari Radio Barth di Stuttgart.

Di tahun 1963 Jane Tielman ikut bergabung dalam tur bersama band ini. Pada tahun yang sama, mereka menerima tawaran sebuah kontrak rekaman di Jerman untuk label Ariola. Dalam side A di album tersebut, lagu The Tielman Brothers diurutan pertama diberi judul Tahiti Jungle (sebuah aransemen dari Hawaiian War Chant of The Ventures) dan di sisi B ada lagu Jerman berjudulFern Am Amazonas.

Di album ini kesuksesan yang sama kembali diperoleh Ariola ketika sebelumnya pernah sukses menangani grup The Blue Diamonds. Kesuksesan tersebut kembali diikuti untuk album Jerman keduaTHE TIELMAN BROTHERS yang berjudul Java Guitars (Andy Tielman sendiri yang punya ide menuangkan dalam Guitar Boogie, yang sangat populer dan masih ditiru oleh banyak musisi sampai hari ini).

Album Jerman ke tiga The Tielman Brothers pada tahun 1963 yang seluruhnya merupakan instrumental (di aransemen oleh seorang musisi folksong Jerman). Little Hänschen Twist dan sebuah suguhan yang tanpa batas pada lagu Twistin’ The Carioca pernah ditampilkan dalam sebuah instrument gitar Les Paul di film musikal ‘Flying Down To Rio’ bersama Fred Astaire dan Ginger Rogers pada tahun 1933.

THE TIELMAN BROTHERS (1963-1964) 

Formasi:  

Andy Tielman (lead guitar, vocals). Alphonse Faverey (lead guitar) ex Strangers band. Reggy Tielman (2nd lead guitar, 6 string bass, vocals). Franky Luyten (rhythm guitar, vocals). Ponthon Tielman (bass guitar, 6 string bass, vocals). Loulou Tielman (drum, vocals). Jane Tielman (vocals).

Pada tahun 1963 Andy Tielman dan Reggy Tielman mengalami sebuah kecelakaan mobil yang tragis.Reggy Tielman pulih setelah 2 minggu, tapi Andy Tielman selama 4 hari dalam keadaan koma dan lengannya patah menjadi 8 bagian. Pemulihan tangannya berlangsung berbulan-bulan. Sebagai penggantinyaAlphonse Faverey (lead guitar) mantan grup Strangers bergabung bersama The Tielman Brothers. Ia pun tetap bergabung di band setelah kembalinya Andy Tielman dalam grup ini.

Permainan gitar Andy Tielman kurang bagus di banding Alphonse Faverey sehingga ia lebih berkonsentrasi pada vokalnya. Namun Andy Tielman telah menciptakan perubahan yang luar biasa dalam dunia gitar. Dia menggabungkan 4 buah string banjo untuk ditambahkan pada guitar Jazzmaster Fender-nya, hingga seluruh tali gitar tersebut berjumlah 10 string. Ia bisa mencapai efek yang sangat khusus dengan menghasilkan sound yang besar, sehingga muncul gosip yang mengatakan bahwa pernah seorang karyawan dari perusahaan gitar Fender datang diam-diam ke Sputnik untuk menyaksikan gitar unik ciptaan Andy dalam pertunjukan musik mereka, dan akhirnya perusahaa produsen gitar di Jerman yang bernama Framus serta produsen gitar lain yang bernama Vox, menciptakan prototipe untuk sebuah gitar namun menggunakan 9 string. Gitar ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh gitar unik ciptaan Andy Tielman.

Kemudian hampir semua band Indo-Rock di Jerman ikut meciplak gaya bermain gitar Andy Tielman, terutama sebagai lead guitar Jazzmasters Fender. Bersama dengan Alphonse Faverey mereka melakukan tur di Israel. Sayangnya tidak ada catatan sejarah selama Alphonse Faverey bergabung di band The Tielman Brothers ini.

Di tahun 1964 Franky Luyten dan Alphonse Faverey keluar dan ikut wajib militer untuk angkatan bersenjata Belanda. Karena perselisihan dalam grup band, Ponthon Tielman akhirnya meninggalkan The Tielman Brothers, lalu bermain untuk beberapa lama bersama bandnya sendiri yang diberi nama TIELMAN ROYAL, setelah itu ia kembali ke Indonesia dan menetap hingga wafatnya pada bulan April tahun 2000.

THE TIELMAN BAND (1964-1969)

Formasi:

Andy Tielman(lead guitar, vocals) Reggy Tielman(2nd lead guitar, vocal) Hans Bax (rhythm gitar, vocals) Robby Latupeirisa(bass guitar, 6 string bass) Loulou Tielman(drum, vocals) Jane Tielman (vocals)

Bersama dengan Hans Bax dan Robby Latupeirisa yang berasal dari grup legendaris Indo-Rock yang sudah bubar yaitu JAVALINS BAND, mereka mulai tur lagi di Jerman dengan nama baru untuk band mereka yaitu THE TIELMAN BAND, meskipun fakta bahwa Andy Tielman sendiri punya masalah dengan nama ini, sebab dia lebih suka untuk terus menggunakan THE TIELMAN BROTHERS.

Dalam formasi ini The Tielman Band merekam sebuah live album di akhir tahun 1965 serta sejumlah lagu diantaranya: Hello Caterina yang merupakan salah satu komposisi terbaik mereka. Di tahun yang sama, The Tielman Band diundang untuk tampil meramaikan pergelaran yang paling terkenal nan mewah di Belanda, yaitu di Palais de Danse di Scheveningen (pemukiman tepi laut Den Haag). Meskipun mereka tidak bermain di Belanda selama bertahun-tahun, namun fans mereka datang dari seluruh penjuru negeri itu pada acara tersebut dengan penuh antusias, untuk menonton grup band terkenal ini yang datang dengan mengendarai limusin besar mereka. Mereka tampil dengan sukses besar selama bulan Juli dan Agustus, sehingga penampilan mereka pada pembukaan pertunjukan tersebut dikenal sebagai ZZ EN DE MASKERS dan ANDY STARR & THE STRIPES.

Jos Van Vliet, yang sebelumnya adalah presiden dari THE CRAZY ROCKERS FAN CLUB dan kemudian menjadi Press Manager pada Negram / Delta Records, mengundang The Tielman Band ke studio dan menawarkan untuk merekam sebuah album yang diberi nama ‘East And West’. Dalam kesempatan itu Andy Tielman memasukkan 5 balada indah, diantaranya: Unchained MelodyMaria And Danny BoyJane Tielman memimpin dengan menyanyikan lagu Bring It On Home To MeReggy Tielman sendiri, juga ikut mengisi dan menjadi penyanyi utama di sejumlah lagu-lagu tradisional Indonesia seperti Ole Sio dan Kekasih Ku. Lagu berjudul Maria (West Side Story) dirilis sebagai sebuah lagu yang mencapai posisi urutan 20 di Top Forty tertinggi di Belanda pada tahun 1965. Instrumental yang mengagumkan ditulis sendiri berjudul Marabunta juga dirilis di Amerika Serikat pada label Scepter.

Andy Tielman juga terkenal sebagai gitaris yang menggunakan Vox Guitar Organ, sementara saat itu di tahun 1966, sangat jarang para gitaris menggunakannya di panggung. Instrumen ini mampu menghasilkan perpaduan antara suara organ dan gitar. Dengan menggunakan beberapa kontrol dan tombol-tombol, hal itu tidak mudah untuk dimainkan, terlebih lagi Vox Guitar Organ tersebut hanya bisa dimainkan dengan menggunakan sebuah electronik plectrum yang terhubung dengan PC board pada gitar. Sayangnya alat ini segera menghilang dari pasaran, namun sekali lagi Andy Tielman-lah yang terbukti menjadi inovator sejati dalam mencipatakan suara gitar tersebut.

Hingga tahun 1967 The Tielman Band merekam untuk label Ariola Jerman, namun ciri khas aksi  The Tielman Brothers inilah yang paling bersejarah dalam dunia musik . Pada tahun 1967 The Tielman Bandbenar-benar tak menduga bahwa hit mereka berjudul Little Bird menjadi yang terbesar sepanjang karir mereka. Little Bird mencapai posisi ke- 7 di Top Forty Belanda pada tahun itu. Rekaman ini kemudian dirilis di Amerika Serikat pada label Ranwood.

Setelah bertahun-tahun The Tielman Brothers menjadi ikon rock ‘n’ roll di Eropa bahkan dikenal juga di Amerika, serta berkali-kali merubah formasi hingga akhirnya mereka muncul dengan nama lain untuk grup band mereka yaitu ANDY TIELMAN & THE TIELMAN BROTHERS. Nama besar Tielman semakin tenggelam, dan pada tahun 1979 hanya Andy Tielman yang sempat tampil jaya dimasa tuanya. Terutama untuk sebuah instrumental yang berjudul Sarinande ciptaannya yang sangat berpengaruh luar biasa sebagai sebuah album terakhir dengan berisikan 4 nomor instrumental.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s